Benoson Krim : Indikasi, Efek Samping dan Dosis

PERBIDKES.com – Setiap benison krim mengandung 0,1 % betamethasone (sebagai 17 valerate). Betamethasone adlah salah satu obat golongan kortikostiroid yang memiliki sifat sebagai anti inflamasi, anti pruritic dan vasokontriktif.

Benoson Krim : Indikasi, Efek Samping dan Dosis
Benoson krim

Indikasi Benoson Krim

Benoson krim digunakan untuk meringankan inflamasi dari dermatosis yang responsive terhadap kortikostiroid.

Kontraindikasi Benoson Krim

Obat ini tidak boleh digunakan oleh penderita yang:

  • Hipersensitif terhadap betamethasone.
  • Herpes simplex.
  • Varicella.
  • Vaccina.
  • Tuberculosis kulit.
  • Rosacea.
  • Acne vulgaris.
  • Perioral dermatitis.
  • Perianal.
  • Gatal pada alat vital.
  • Erupsi napkin.
  • Infeksi virus.

Efek Samping Benoson Krim

Berikut beberapa efek samping yang mungkin terjadi Karena penggunaan obat ini, diantaranya yaitu:
  • Reaksi alergi.
  • Hipersensitif.
  • Rasa terbakar.
  • Gatal.
  • Iritasi.
  • Eritema.
  • Pruritic.
  • Folikulitis.
  • Hipertrikhosis.

Dosis Benoson Krim

Dosis yang tepat adalah sesuai dengan petunjuk dokter. Adapun dosis yang tertera pada kemasan obat ini yaitu oleskan pada tempat kelainan 2 – 3 kali sehari.

Penting diingat bahwa bila terjadi iritasi atau sensitisasi maka segera hentikan penggunaan obat ini. Selain itu, penggunaan dalam jangka panjang secara terus menerus sebaiknya dihindari Karena dikhawatirkan dapat menimbulkan organisme yang tidak peka.

Benoson Krim diproduksi oleh PT. Bernofarm – sidoarjo – Indonesia.

Harga obat ini berkisar antara Rp. 30.000,- sampai 35.000,- (HET).

Untuk informasi lebih lanjut dapat mengirimkan pertanyaan ke email: info@bernofarm.com

Cukup sekian pembahasn tentang indikasi, efek samping dan dosis obat benison krim.

Semoga bermanfaat. Terima kasih.

0 Response to "Benoson Krim : Indikasi, Efek Samping dan Dosis"

Post a Comment