Flu Burung (Avian Influenza)

PERBIDKES.com – Flu burung adalah penyakit infeksi yang disebabkan karena virus influenza tipe-A yang biasa mengenai ungags. Virus influenza ini termasuk dalam keluarga orthomyxoviruses yang terdiri dari 3 tipe yaitu A, B, & C. Virus influenza tipe B & C mampu menyebabkan penyakit pada manusia dengan gejala yang ringan & tidak faal sehingga tidak terlalu menjadi masalah. Sedangkan semua virus influenza tipe-A mampu menginfeksi unggas & merupakan pejamu alaminya, oleh karena itu virus influenza disebut juga sebagai avian influenza.

Flu Burung (Avian Influenza)


Virus influenza Ppada unggas memiliki sifat mampu bertahan hidup di air hingga 4 hari dibawah suhu 22 derajat C & mampu bertahan hidup lebih dari 30 hari bila berada pada suhu 0 derajat C. Virus ini mampu hidup lama di dalam tinja unggas maupun di dalam unggas yang sedang sakit, akan tetapi virus ini dapat mati bila terkena deterjen, disinfeksitan seperti formalin, cairan yang mengandung alk0hol 70% & iodin.


Virus influenza memiliki ciri penting yang utama yaitu kemampuannya untuk mengubah antigen permukaan (H & N) baik secara mendadak/cepat/lambat.

Cara Penuluran Virus Flu Burung Pada Manusia.

Jalur utama paling mungkin terjadinya infeksi avian influenza pada manusia adalah dari unggas ke manusia. Sedangkan penularan dari manusia ke manusia masih mungkin terjadi berdasarkan adanya laporan.

Penyebaran flu burung atau virus avian influenza terjadi lewat udara, dimana virus dapat tertanam pada membrane mukosa yang melapisi saluran pernafasan maupun langsung memasuki alveoli. Virus yang tertanam pada membrane mukosa akan terpajan mukoprotein yang mengandung asam sialat yang mampu mengikat virus ini.

Kelompok yang Beresiko Tinggi Terkena Flu Burung.

Berikut kelompok-kelompok yang perlu diwaspai & beresiko tinggi terinfeksi virus flu burung yaitu:
  • Pekerja laboratorium yang memproses sampel penderita atau unggas terjangkit.
  • Pekerja peternakan atau pemrosesan unggas.
  • Pengunjung peternakan atau pemrosesan unggas.
  • Pernah kontak dengan unggas (seperti burung, itik, ayam) yang sakit maupun mati secara mendadak & belum diketahui penyebabnya.
  • Pernah kontak langsung dengan penderita flu burung dalam 7 hari terakhir.

Kriteria Penderita harus di rawat, diantaranya adalah:
  • Suspek flu burung dengan gejala klinik yaitu a. Sesak nafas dengan frekuensi nafas lebih dari 30 kali permenit, b. Nadi lebih dari 100 kali perment, terdapat gangguan kesadaran, c. Keadaan umum lemah.
  • Suspek dengan gambaran radiologi pneumoni.
  • Suspek dengan leukopeni.
  • Kasus probable & confirm.


Penangan Flu Burung.

Prinsip pengobatan flu barang adalah:
  • Istirahat.
  • Peningkatan daya tahan tubuh.
  • Pengobatan anti viral.
  • Pengobatan anti biotik.
  • Perawatan respirasi.
  • Anti inflamasi.
  • Imunomodulators.
  • Dll..



Referensi:
  1. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid 3. Edisi 4. Jakarta. Balai Penerbit FKUI. 2007. P1719-389.

0 Response to "Flu Burung (Avian Influenza)"

Post a Comment