Tranplatansi Ginjal Sebagai Salah Satu Pilihan Terapi Pengganti

Perbidkes.com - Nasional Kidney Foundation (NKF) Kidney Disease Outcome Quality Initiative (K/DOQI), tahun 2002 sudah menyusun pedoman praktis penatalaksanaan klinik tentang evaluasi, klasifikasi, & stratifikasi penyakit ginjal kronik. Untuk menentukan klasifikasi stadium pada pasien dengan gagal ginjal ditentukan oleh hasil nilai dari laju filtrasi glomerulus, jika hasil nilai laju filtrasi glomerulus yang lebih rendah maka menunjukkam stadium yang lebih tinggi.

Dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, 2006 menjelaskan bahwa klasifikasi penyakit gagal ginjal kronik dibagi menjadi lima stadium, yaitu:
  • Stadium 1, yaitu apabila kerusakan ginjal dengan fungsi ginjal yang masih normal.
  • Stadium 2, yaitu jika kerusakan ginjal dengan penurunan ringan fungsi ginjal.
  • Stadium 3, yaitu apabila kerusakan ginjal dengan penurunan sedang fungsi gingal.
  • Stadium 4, yaitu jika keeusakan ginjal dengan penurunan berat fungsi ginjal.
  • Stadium 5, adalah gagal ginjal.
Jika pasien dengan gagal ginjal sudah sampai pada tahap akhir (penyakit gagal ginjal kronik stadium 5) maka harus membutuhkan terapi pengganti agar dapat untuk bertahan hidup. Untuk terapi pengganti terdapat tiga jenis, yaitu hemodialisis, dialisis peritoneal, & transplantasi ginjal. Hampir di seluruh dunia transplantasi ginjal telah menjadi terapi utama pengganti utama pada kasus pasien dengan gagal ginjla tahap akhir.

Dilihat dari manfaatnya kepada pasien dalam hal perbaikan kualitas hidup tranplantasi ginjal terbukti lebih baik dari pada dialisis, seperti tercapainya tingkat kesegaran jasmani yang lebih baik. Contohnya seorang wanita muda yang mendapatkan ginjal transplan dapat hamil & mampu melahirkan bayi yang sehat.

Berikut perbandingan keuntungan transplantasi ginjal dengan hemodialisis :


Hemodialisis KronikTransplantasi ginjal
ProsedurSeumur hidupBiasanya satu kali
Kualitas hidupCukup baikBaik sekali
Ketergantungan pada fasilitas medisBesarMinimal
Apabila gagalMeninggal duniaDapat transplantasi ginjal maupun hemodialisis kembali
Angka kematian pertahun20 sampai 25%4 sampai 8%
Tabel 1. dikuti dari buku ajar ilmu penyakit dalam, 2006.

Keberhasilan transplantasi ginjal dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah faktor yang berkaitan dengan donor & resipien, faktor imunologi, faktor penanganan pra & pre op, serta faktor post op.

Tranplantasi ginjal tidak dapat dilakukan tanpa ginjal donor. Tranplanstaai ginjal dapat memanfaatkan ginjal donor hidup* yang sehat maupun ginjal donor jenazah.
Kekurangan ginjal donor diseluruh dunia merupakan masalah umum yang dihadapi diseluruh dunia ini. Di Indonesia saja belum memanfaatkan donor jenazah.
*donor hidup adalah donor yang masih hidup.

Transplantasi ginjal donor hidup mampu memberikan hasil yang lebih baik. Tetapi, transplantasi donor jenazah memiliki beberapa keuntungan antara lain tidak adanya resiko pada donor.

Pada beberapa keadaan transplantasi ginjal tidak dianjurkan karena termasuk salah satu prosedur yang beresiko tinggi. Kontraindikasi tranplantasi ginjal diantaranya adalah:
  • Infeksi kronik, seperti tuberkulosis aktif.
  • Usia sangat lanjut lebih dari 70 tahun.
  • Riwayat ketidakpatuhan yang berulang.
  • Penyakit diluar ginjal yang berat, seperti penyakit jantung, paru, hati.
  • Keganasan baru.

Ref:
1. Tranplantasi ginjal. 2006. Endang susalit (ed). BAIPD.Jakarta : FKUI. p141-590.

Demikian pembahasan tentang transplantasi ginjal sebagai salah satu pilihan terapi pengganti ginjal.
Semoga bermanfaat bagi teman sejawat semua.
Terima kasih. Salam, Tim Perbidkes.

0 Response to "Tranplatansi Ginjal Sebagai Salah Satu Pilihan Terapi Pengganti"

Post a Comment