Nyeri - Pengertian Serta Macamnya

Perbidkes.com - Dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam tahun 2006 menjelaskan bahwa definisi dari nyeri adalah rasa & pengalaman emosional yang tidak nyaman berhubungan/potensial berhubungan dengan kerusakan jaringan misal kerusakan jaringan.

Nyeri dapat menyebabkan impairment & disabilitas.
Impairment ialah hilangnya fungsi anatomik, fisiologik maupun psikologik. Sedangkan disabilitas ialah hari dari impairment, yaitu gangguan kemampuan/keterbatasan untuk dapat melakukan aktifitas yang normal.

Ambang nyeri adalah intensitas rangsang terendah yang menimbulkan persepsi nyeri. Sedangkan toleransi nyeri adalah tingkat nyeri tertinggi yang dapat diterima oleh seseorang. Toleransi nyeri setiap individu berbeda & dapat dipengaruhi oleh pengobatan. Dalam praktek sehari-hari, toleransi nyeri lebih penting dari pada ambang nyeri.

Berikut Macam-macam Nyeri.

Substansi Algogenik adalah substansi yang dilepaskan oleh jaringan yang sudah rusak/dapat juga diinjeksi subkutan dari luar, yang bisa mengaktifkan nosiseptor, contohnya histamin, prostglandin.

Nyeri Akut adalah nyeri yang muncul segera setelah rangsangan & hilang setelah penyembuhan.

Nyeri Kronik adalah nyeri yang menetap selama lebih dari tiga tahun walaupun proses penyembuhan sudah selesai.

Nyeri Fantom adalah nyeri yang dirasakan pada bagian tubuh yang baru diampuutasi. Biasanya pasien seolah-olah bagian tubuh yang diampuutasi itu masih ada.

Nyeri Pindah adalah nyeri yang dirasakan ditempat lain, bukan ditempat yang kerusakan jaringan yang menyebabkan nyeri.

Nyeri Tabetik adalah salah satu dari bentuk nyeri neuropatik yang muncul sebagai komplikasi dari s!f!l!s.

Nyeri Sental adalah nyeri yang diduga berasal dari otak/medula spinalis, contohnya sepertipada pasien stroke. Nyeri terasa terbakar & letaknya sulit dijelaskan.

Alodinia adalah nyeri yang dirasakan oleh pasien karena akibat dari rangsang noksius yang pada orang normal tidak menimbulkan rasa nyeri. Biasanya nyeri alodinia diperoleh pada pasien dengan berbagai nyeri neuropatik, contohnya neuropatik perifer, sindrom nyeri regional kronik, neuralgia pasca herpetik.

Analgesia adalah hilangnya sensasi nyeri pada rangsangan nyeri yang normal. Secara teori, analgesia merupakan kebalikan dari alodinia.

Anestesia Dolorosa adalah nyeri yang muncul di daerah yang hipoestesi/daerah yang didesensitisasi.

Disestesi adalah parestesi yang nyeri. Kondisi ini bisa ditemukan pada neuropati diabetik ditungkai. Disestesi akibat kompresi nervus femoralis lateralis akan dirasakan pada sisi lateral tungkai & disebut meralgia parestetika.

Parestesi adalah rasa seperti tertussuk jarum/titik yang timbul dengan spontan msupun dicetuskan, contohnya saat saraf tungkai tertekan. Perlu diingat, parestesi tidak selalu disertai nyeri, jika disertai nyeri bearti disebut disestesi.

Hiperpatia adalah nyeri yang berlebihan, yang ditimbulkan oleh rangsang yang berulang. Kulit pada area hiperpatia biasanya tidak sensi terhadap rangsang yang ringan, tetapi memberikan respons yang berlebih terhadap rangsang multipel. Hiperpatia kadang juga disebut dengan disestesi sumasi.

Hipoestesia adalah menurunnya sensitifitas pada rangsang nyeri.

Neuralgia adalah nyeri yang muncul sepanjang distribusi persarafan. Nuralgia yang tersering muncul adalah neuralgia trigeminal sedangkan neuralgia yang muncul di saraf skiatika/radiks S1 disebut Skiatika.

Demikian pembahasan tentang nyeri beserta macamnya.
Terima kasih. Salam, Tim Perbidkes.

0 Response to "Nyeri - Pengertian Serta Macamnya"

Post a Comment